Apel Milad Muhammadiyah ke-102


Terakhir diperbarui oleh :
Administrator,

Senin 2011-11-22 19:50:00


(Release : Bag. Humas Setda). Kajen-Wakil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menghadiri Apel Milad Muhammadiyah ke-102 Kabupaten Pekalongan di lapangan HW Pekajangan Gang 7 hari ini Jumat 4 November 2011. Apel akbar ini dihadiri oleh para pengurus ranting, cabang dan daerah Muhammadiyah, segenap civitas akademika Muhammdiyah mulai dari tingkat SD hingga sekolah tinggi, serta undangan dari berbagai amal usaha Muhammdiyah. Parade drum band dari berbagai sekolah Muhammadiyah ikut memeriahkan acara.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Pekalongan menyampaikan Muhammadiyah dalam tempo satu abad lebih telah menjadi organisasi kemasyarakatan yang bergerak di barisan paling depan dalam meningkatkan pendidikan, kesehatan dan amal sosial serta khusus di Kabupaten Pekalongan mulai merambah ke pemberdayaan ekonomi mikro syariah. "Ribuan amal usaha telah didirikan oleh Muhammadiyah mulai dari sekolah, rumah sakit, panti asuhan hingga Baitut Tamwil Muhammadiyah. Selain itu Muhammadiyah juga terlibat aktif dalam dialog lintas agama, lintas peradaban dan dialog Timur, Barat dan Islam", ungkap Wabup.

Fadia Arafiq menambahkan Muhammadiyah dengan spirit pembaharuannya juga telah berjuang untuk mencerahkan, mencerdaskan kehidupan dan membangun karakter umat dan bangsa kita yang harmonis dan berkemajuan beragam dakwah dan tajdid Persyarikatan Muhammadiyah, tiada lain untuk mewujudkan peradaban masyarakat Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. "Peradaban yang mencerminkan nilai-nilai luhur, keteladanan, kemuliaan dan keshalihan sosial sebagaimana cita-cita luhur Muhammadiyah", imbuhnya.

Lebih lanjut Wakil Bupati mengatakan di awal abad 21 ini, Muhammadiyah memasuki fase kesinambungan perjuangan dalam mengetengahkan Islam sebagai rahmat semesta alam. "Saya berharap memasuki abad ke-2 perjuangannya, Muhammadiyah tetap dapat meneguhkan komitmen gerakannya sebagai pembawa misi Islam yang maju. Muhammadiyah harus selalu tampil di barisan terdepan untuk menjadi agen perubahan yang bersifat transformatif menuju terbangunnya peradaban manusia yang utama. Saya mengajak kepada seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah untuk ikut berperan aktif dalam mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang sejahtera", jelasnya. (rizka/humas setda) http://www.pekalongankab.go.id



Syafii Maarif PTM Harus Jadi Pusat Pengembangan Moral dan Intelektual


Terakhir diperbarui oleh :
Administrator,

Senin 2011-11-08 21:44:00


Yogyakarta- Kecerdasan hati berbeda dengan kecerdasan otak. Dalam Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dinilai belum cukup untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik. Banyak orang cerdas intelektual tetapi kurang cerdas hatinya sehingga perlu ditambah menjadi catur darma. Sehingga Perguruan Tinggi (PT) dapat menjadi pusat pengembangan moral tidak hanya intelektual.

Demikian disampaikan Syafii Ma’arif atau ya ng akarab disapa Buya pada ‘Malam Refleksi Milad Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Ebiet G.Ade dan Syafi’I Ma’arif’ Senin (28/2 / 2011) malam di Sportorium UMY.

Menurutnya PT merupakan pusat pengembangan moral. Bukan hanya mengembangkan intelektual seseorang. “Dengan berkembangnya teknologi yang telah dibuat hingga saat ini, pertanyaan yang kemudian tercetus adalah apakah manusia semakin berkembang? Saat ini yang terjadi manusia mencari kebahagiaan tetapi justru malapetaka yang didapat. Damai yang dirindu malah perang yang terjadi,”urainya.

Terkait usia UMY ke 30 ini, Buya berharap, UMY menjadi PT yang dapat diandalkan secara akademik, diharapkan mampu melahirkan ilmuwan dan sarjana yang memiliki kepekaan moral tidak tergoda oleh jabatan, memiliki idealisme bukan idealisme musiman. “Mampu menciptakan akademi professional, pemikir yang reflektif, mampu merenung masalah besar yang terkait masalah bangsa, kemanusiaan, keadilan.”tegasnya.

Buya berharap agar homo sapiens yang bijak muncul dari UMY dan mampu menjadi pribadi sebagai pencari kebenaran. “Karena perjuangan tidak pernah selesai, jadilah pencari kebenaran,”terangnya. Malam refleksi tersebut selain diisi oleh Syafi’I Ma’rif juga diisi oleh musisi Ebiet G.Ade yang menyanyikan sekitar 15 lagu andalannya. Diawali dengan lagu Elegi Esok Pagi, Untuk Kita Renungkan, Cintaku Kandas di Rerumputan, Titip Rindu Buat Ayah, Nyanyian Suara Hati, Cita-cita Kecil di Anak Desa, Berita Kepada Kawan, Camelia I, Nasihat Pengemis untuk Istri dan lagu-lagu lainnya.

Pada malam Refleksi tersebut UMY juga dilakukan launching UMY TV oleh Rektor UMY, Ir. Dasron Hamid, M.Sc. UMYTV sebelumnya sudah mulai diujicoba pada Muktamar Seabad Muhammadiyah yang lalu dan saat ini sudah mulai bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar kampus pada channel 53 UHF dan frekuensi 723,25 megahertz yang menayangkan acara info yogya, agenda akademik, UMY Update, Silaturahmi, Sentuhan Qolbu, School Inside, dan Cinem UMY. Selain dosen dan karyawan serta mahasiswa, masyarakat sekitar UMY juga turut serta memeriahkan acara tersebut.(www.muhammadiyah.or.id)



Idul Adha Sebagai Pemerataan Kesehjateraan Masyarakat


Terakhir diperbarui oleh :
Administrator,

Senin 2011-11-08 21:30:00


 Yogyakarta- Diantara hikmah yang dapat diambil dari peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim terhadap putranya Nabi Ismail a.s adalah menandakan bahwa agama islam adalah agama yang mengajarkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan dan menganjurkan kepada para pemeluknya agar memiliki semangat berkorban dan rasa kasih sayang kepada sesamanya.
 
 
Demikian disampaikan oleh Drs. H. Mardi Achmad Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul dalam khutbah Shalat Idul Adha 1432 H yang dilaksanakan di Masjid KH. Ahmad Dahlan Kampus Terpadu UMY, Minggu (6/11).Dalam khtubahnya Mardi menjelaskan bahwa pengorbanan yangdimaksudkan dalam Islam adalah pengorbanan yang tulus ikhlas dan bukan pengorbanan yang bersyarat. “pengorbanan yang diharapkan adalah pengorbanan yang didasari rasa cinta kasih dan ridho ilahi, bukan pengorbanan yang hanya sekedar ikut berpartisipasi atau pemanis bibir saja” jelasnya.
Selain itu Mardi juga menambahkan perintah melaksanakan shalat Idul Adha dan menyembelih qurban yang ini dimaksudkan agar orang islam tidak hanya memikirkan masalah-masalah umum tapi juga memperbaiki hubungannya dengan masyarakat. “Orang islam tidak boleh memikirkan urusan pribadinya sendiri, tapi harus berjuang meningkatkan taraf hidup masyarakat terlebih kepada fakir miskin, anak yatim piatu, dan lainnya”  tambahnya.
 
 
Dalam kesempatan yang sama panitia qurban menyampaikan bahwa Idul Adha tahun ini Universitas Muhammadiyah Yogyakarta akan menyembelih delapan puluh tiga ekor lembu dan duapuluh lima ekor kambing. Hewan qurban tersebut akan dibagi-bagikan ke masyarakat sekitar UMY yang layak menerimannya.
 
 
Mardi menyampaikan kesan dan pengaruh yang diharapkan dari peristiwa besar ini adalah dalam jiwa masing-masing dan refleksinya semua masyarakat sadar dan menjadi makhluk sosial seutuhnya. “Diharapkan semua umat muslim menyadari dan merasa berkewajiban untuk memupuk semangat demokrasi, menghilangkan perbedaan-perbedaan karena ukuran ekonomi” harapnya.(www.umy.ac.id)



        Copyright © 2015 STIKES Muhammadiyah Pekajangan. All Rights Reserved.