Dosen Dan Karyawan In Action


Terakhir diperbarui oleh :
Elisa Susianti,

Jumat 2012-04-20 08:19:00


 Menjadi bagian dari integral kampus yang harus melaksanakn tugas secara profesional terkadang dipandang sebelah mata oleh beberapa pihak. Bahkan terkadang berbenturan dengan keperluan mahasiswa yang seringkali memunculkan kesalahpahaman dan hubungan yang kurang harmonis antara mahasiswa, dosen dan karyawan.


 Oleh dasar alasan itulah, civitas akademika secara kompak melaksanakan kegiatan bersama dalam rangka milad STIKES Muhammadiyah Pekajangan. Kegiatan-kegiatan yang dimotori oleh panitia gabungan IMM/BEM STIKES Muhammadiyah Pekajangan dan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) semua prodi ini diikuti oleh seluruh warga kampus, baik mahasiswa, dosen atau pun karyawan.


Selama milad, aneka lomba yang diadakan mahasiwa, dosen dan karyawan pun ikut andil di dalamnya. Sebutlah Bapak Sugiharto, MAN yang memimpin paduan suara sebagai dirijen dalam lomba paduan suara. Ketua Prodi S1 Keperawatan ini menjadi sorotan yang menarik di mata mahasiswa. Ini juga menunjukan bahwa harmonitas mahasiswa dan dosen bisa terjalin. Selain lomba paduan suara, karyawan dan dosen juga mengikuti aneka lomba lain. Antara lain Futsal putra yang dipimpin oleh Bapak Ridwan, futsal Putri yang dipimpin oleh Ibu Dana dan Senam yang dipimpin oleh Ibu Tyas.


Demi mensukseskan acara milad ke VII, dosen dan karyawan bahkan sudah menyiapkan penampilan spesial untuk memeriahkan puncak acara milad yang akan dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 14 April 2012. Apa acaranya? Sayangnya masih dirahasiakan.



KB GRATIS GOES TO CAMPUS


Terakhir diperbarui oleh :
Elisa Susianti,

Jumat 2012-04-20 08:22:00



 Sebagai salah satu bentuk pengabdian STIKES Muhammadiyah Pekajangan terhadap kesehatan masyarakat, maka STIKES Muhammadiyah Pekajangan mengadakan kegiatan KB gratis bagi masyarakat dan Kuliah umum bagi mahasiswa. Kegiatan yang dipimpin oleh Ibu Rini, dosen DIII Kebidanan STIKES Muhammadiyah Pekajangan ini bekerjasama dengan BKKBN Propinsi dan Aisyah.

Pengertian KB menurut Undang-undang No. 10/1992 merupakan upaya peningkatkan kepedulian masyarakat dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia sejahtera. Sedangkan menurut WHO (Expert Committe, 1970), KB adalah tindakan yang membantu individu/ pasutri untuk: Mendapatkan objektif-obketif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan dan menentukan jumlah anak dalam keluarga. Dengan adanya kegiatan KB gratis yang dilakukan STIKES Muhammadiyah Pekajangan ini, maka diharapkan mampu memberikan sosialisasi yang memadai akan pentingnya KB kepada masyarakat dan juga memberikan fasilitas bagi warga yang ingin KB namun tidak memiliki biaya.
 

Menurut Ibu Sandi yang juga merupakan dosen DIII Kebidanan STIKES Muhammadiyah Pekajangan ini, mengatakan bahwa kegiatan KB gratis untuk masyarakat yang dilaksanakan di kampus satu STIKES Muhammadiyah Pekajangan lengkap. Dalam artian, segala jenis KB lengkap disediakan. Mulai dari pil, suntik, IUD, implant dan lain-lain. Sehingga masyarakat dapat memilih program KB apa yang diinginkannya tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Dalam pelaksanaan pemasangan KB pada masyarakat selain dilakukan oleh tenaga medis dan dosen juga dibantu oleh mahasiswa DIII Kebidanan jalur khusus yang sudah berkompeten dan mahasiswa DIII Kebidanan reguler yang aktif dalam kepengurusan PIK KIR. Menurut Intan, ketua PIK KIR kegiatan KB yang dilaksanakan di kampus satu itu berjalan lancar. Acseptor yang menerima KB cukup atusias dalam kegiatan ini. Kegitannya berjalan lancar dan menyenangkan. Ungkapnya.

Di tempat terpisah, yakni aula kampus dua STIKES Muhammadiyah Pekajangan diadakan kuliah umum yang bertajuk “Program KB Indonesia Menuju MDGs 2015”. Kegiatan yang terlaksana dengan kerjasama BKKBN Provinsi dan STIKES Muhammadiyah Pekajangan ini diikuti mahasiswa baik dari prodi DIII Keperawatan, DIII Kebidanan maupun S1 Keperawatan.
 

 Selama jalannya kuliah umum, mahasiswa cukup antusias didalamnya. Banyak pertanyaan seputar KB yang dilontarkan oleh mahasiswa. Edi Susilo misalnya, presiden mahasiswa ini bertanya tentang keterkaitan program jampersal dan KB. Pertanyaan yang hampir serupa juga disampaikan oleh Jalu Yoga, mahasiswa S1 Keperawatan, bahwa ada indikasi program jampersal menjadi program yang melemahkan atau bahkan menggagalkan program KB. Selain mereka berdua juga masih banyak penanya lain, seperti Khakim, mahasiswa DIII Keperawatan dan Rizky Aji, mahasiswa DIII Kebiadanan.
Sayangnya Dra, Sri Murtiningsih, Ms tidak dapat menghadiri kuliah umum ini sebagai pembicara karena ada urusan. Kuliah umum kemudian digantikan di isi oleh Bapak Agus, selaku asistant Dra, Sri Murtiningsih, Ms.
“Saya salah persepsi, saya pikir materi yang disampaikan adalah tentang prosedur pemasangan atau pun yang terkait dengan kesehatan ibu terkait pemasangan KB. Tetapi sepertinya ini sekedar pemaparan data statistik saja. Setelah melihat data-data yang ada, kesimpulan saya atas kuliah umum ini adalah ‘KB itu penting!’. Hehehe...” ungkap Viky Yayang Dika, mahasiswa S1 Keperawatan kepada Zasshi.



PPGD 2012


Terakhir diperbarui oleh :
Elisa Susianti,

Jumat 2012-04-20 08:33:00


 STIKES Muhammadiyah pekajangan kembali melaksanakan kegiatan PPGD. Menurut panitia, DWI Fijianto, Kegiatan PPGD tahun ini berlangsung aman, kondusif dan menyenangkan. Semua peserta menikmati semua rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan dengan semangat dan penuh antusiasme. Meskipun dilaksanakan selama lima hari, dan hamopir setiap hari sampai larut malam, peserta tetap ceria dengan wajah tersenyum. Ia mengatakan bahwa ia berharap semoga materi tentang KGD yang telah diberikan dapat bermanfaat bagi kita semua. aamiin. Katanya.
 
    
  
   Kegiatan PPGD yang dilaksankan dari tanggal 14 sampai 18 April ini pada dasarnya tidak ada perbedaan dengan tahun sebelumnya. “Namun tahun ini dilakukan selama 5 hari, hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya terlalu padatnya jadwal kegiatan yang akhirnya membuat jenuh peserta. PPGD tahun ini lebih meriah dan lebih ramai, karena mungkin pesertanya banyak. Tapi tetap tidak membuat peserta jadi loyo... semnagt.. horasss...” tambah Dwi Fijianto pada tim Zasshi.

Bagi Qirjo, mahasiswa DIII Keperawatan yang mengikuti kegiatan PPGD ini mengatakan bahwa kegiatan ini menyenangkan karena ia mendapat ilmu yang tidak didapat di bangku kuliah. “Terus dari yang lain bisa kumpul sama teman-teman yang susah untuk kumpul pas praktik, yang paling berkesan bisa dapat ilmu dari dokter spesialis yang di sini belum dapat. Dapat berbagi pengalaman dengan perawat senior, dengan perawat-perawat RS terkemuka di Jakrta. Mudah-mudahan ke depan, STIKES Muhammadiyah pekaja ngan nanti bisa ada yang gabung dengan tim EMS 119.”
 
 
Kegiatan PPGD memang sangat diperlukan bagi mahasiswa dan juga kini secara umum, biasanya PPGD menjadi syarat mutlak bagi tenaga medis ketika hendak terjun di dunia kerja. “Asik, menyenangkan. Kita jadi tambah pengalaman, tambah ilmu, tambah teman, banyak tahu alat-alat emergensy apa saja dan cara penggunaannya juga cara pakainya. Jadi tau cara pembalutan dan pembidaian yang benar dan bisa sharing sama alumni-alumni yang sudah punya pengalaman kerja di lahan praktik.” Komentar Sari ketika diwawancarai Tim Zasshi.
 
 
 
Kegiatan PPGD memang tergolong cukup padat. Dari pre test kemudian diberi materi, praktik hingga post test dan ujian praktik. Selain itu, dalam pelaksanaan PPGD juga diadakan simulasi bencana dengan efek yang menyerupai aslinya. “Satu lagi, ketemu pengajar-pengajar atau pelatih yang super OK cara jelasin materi dan prakteknya. Dan yang utama jadi tahu pertolongan pertama apa yang harus dilakukan pada klien dengan gawat darurat.” Tambah Sari.



        Copyright © 2015 STIKES Muhammadiyah Pekajangan. All Rights Reserved.